Menulislah! Maka sejarah akan mencatat, mengingat dan mengenangmu...

hadisrisejarahkwd.blogspot.com

Senin, 10 September 2012

Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Budha





  1. Penyiaran agama Budha.
      Penyiaran agama Budha di Indonesia lebih awal dari agama Hindu. Dalam   penyebarannya, agama Budha mengenal hanya misi penyiar agama yang disebut dengan Dharmadhuta. Tersiarnya agama Budha di Indonesia, diperkirakan sejak abad ke-2 Masehi, dibuktikan dengan penemuan patung Budha dari perunggu di Jember, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Patung itu berlanggam Amarawati. Namun belum diketahui siapa pembawanya dari India Selatan ke Indonesia.

  1. Penyiaran agama Hindu
      Hubungan dagang Indonesia dengan India dan Cina telah menempatkan Indonesia di kancah perdagangan dan pelayaran masa Kuno. Namun, pengaruh kebudayaan India dan Cina terhadap perkembangan sejarah Indonesia amat berbeda.

Hipotesis-hipotesis tersebut dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu teori kolonisasi dan teori arus balik.
  1. Teori Kolonisasi
Teori ini berusaha menjelaskan proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia dengan menekankan pada peran aktif dari orang-orang India dalam menyebarkan pengaruhnya di Indonesia.
Teori Kolonisasi ini terbagi dalam beberapa hipotesis, yaitu sebagai berikut:
1)      Hipotesis Waisya
Menurut NJ. Krom, proses terjadinya hubungan antara India dan Indonesia karena adanya hubungan perdagangan, sehingga orang-orang India yang datang ke Indonesia sebagian besar adalah para pedagang.

Kelebihan:
Para pedagang India harus menetap dalam kurun waktu tertentu sampai datangnya angin musim yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Selama mereka menetap, memungkinkan terjadinya perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi. Mulai dari sini pengaruh budaya India menyebar dan menyerap dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Kelebihan:
Para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana, padahal sebagian besar prasasti menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Selain itu, melihat peta persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia yang lebih banyak berada di pedalaman, bukan berada di daerah pesisir pantai.

2)      Hipotesis Ksatria
Teori ini mengatakan bahwa proses masuknya budaya India ke Indonesia diperankan oleh golongan prajurit, yaitu kasta Ksatria. Masuknya golongan prajurit ini disebabkan oleh bentuk kolonialisasi yang terjadi di Indonesia. Mereka datang untuk menakhlukkan wilayah Indonesia dan kemudian menyebarkan ajaran Hindu-Belanda.

  1. Teori Arus Balik
Teori yang dikemukakan oleh Bosch dikenal dengan teori Arus Balik. Menurut teori ini, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Budha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan ajarannya. Karena pengaruh ini, ada di antara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya tersebut. Pada perkembangan selanjutnya banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berkunjung dan belajar agama Hindu-Budha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia yang lain.
Bukti dari pendapat di atas adalah adanya prasasti Nalanda yang menyebutkan bahwa Balaputradewa (raja Sriwijaya) telah meminta kepada raja India untuk membangun Wihara di Nalanda sebagai tempat untuk menimba ilmu para tokoh dari Sriwijaya. Permintaan raja Sriwijaya itu ternyata dikabulkan. Dengan demikian setelah para tokoh atau pelajar itu menuntut ilmu di sana, mereka balik ke Indonesia. Merekalah yang selanjutnya menyebarkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar