SK
Menganalisis Perjalanan Bangsa Indonesia pada Masa Negara-negara Tradisional.
Kompetensi Dasar
1.1. Menganalisis Pengaruh Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha terhadap masyarakat di Berbagai Daerah di Indonesia.
A. Teori Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu-Budha di Indonesia India dan Cina.
Pada awal abad tarikh Masehi, negeri Kepulauan Nusantara telah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa di Asia. Bentuk hubungan dagang yang berlangsung pada saat itu bermula dari kegiatan perdagangan dan pelayaran. Sebagai akibat dari hubungan perdagangan dan pelayaran, timbullah pertemuan kebudayaan yang melahirkan kebudayaan baru bagi masyarakat Nusantara. Proses percampuran antara dua atau lebih kebudayaan yang saling bertemu dan mempengaruhi itu disebut akulturisasi kebudayaan.
Adanya hubungan dagang pada awal abad tarikh Masehi, didasarkan adanya sumber-sumber baik ekstern maupun intern.
a. Ekstern
- Sumber dari India. Bukti adanya hubungan dagang tersebut dapat diketahui dari kitab Jataka dan kitab Ramayana tetapi tidak menyebutkan kapan India mengenal Indonesia. Kitab sastra India yang dapat dipercaya adalah kitab Mahaniddesa yang memberi petunjuk bahwa masyarakat India telah mengenal beberapa tempat di Indonesia pada abad ke-3 Masehi. Dalam kitab Geographike yang ditulis pada abad ke-2 juga disebutkan telah ada hubungan dagang antara India dan Indonesia. Dari kedua keterangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara intensif terjadinya hubungan dagang antara Indonesia dan India mulai abad-abad tersebut (abad ke 2-3 Masehi)
- Sumber dari Cina. Hubungan Indonesia dengan Cina diperkirakan telah berkembang pada abad ke-5. Bukti-bukti yang memperkuat hubungan itu diantaranya adalah perjalanan seorang pendeta Budha, Fa Hien. Pada sekitar tahun 413 M, Fa Hien melaakukan perjalanan dari India ke Ye-po-ti (Tarumanegara) dan kembali ke Cina melalui jalur laut. Selanjutnya, Kaisar Cina, Wen Ti mengirim utusan ke She-po (Pulau Jawa).
- Sumber dari Yunani. Hubungan dagang antara Indonesia dengan India dan Cina dapat diketahui dari Claudius Ptolomeus, seorang ahli ilmu bumi Yunani. Dalam kitabnya yang berjudul Geographike yang ditulis pada abad ke-2, Ptolomeus menyebutkan nama Labadio yang artinya pulau jelai. Mungkin kata itu ucapan Yunani untuk menyebut Yawadwipa, yang artinya juga pulau jelai. Dengan demikian seperti yang disebutkan dalam kitab Ramayana bahwa Yawadwipa yang dimaksud ialah Pulau Jawa.
b. Intern. Adanya sumber-sumber dari luar, seperti dari India, Cina dan Yunani, diperkuat adanya sumber-sumber yang ada di Indonesia sendiri.
- Prasasti. Prasasti-prasasti tertua di Indonesia yang menunjukkan hubungan Indonesia dengan India, misalnya Prasasti Mulawarwan di Kalimantan Timur yang berbentuk Yupa. Semua prasasti ditulis dalam bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.
- Kitab-kitab Kuno. Kitab-kitab kuno yang ada di Indonesia biasanya ditulis pada daun lontar yang ditulis dengan menggunakan bahasa dan tulisan Jawa Kuno yang juga merupakan pengaruh dari bahasa Sansekerta dan tulisan Pallawa.
- Bangunan-bangun Kuno. Bangunan kuno yang bercorak Hindu atau pun Budha terdiri atas candi, stupa, relief dan arca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar